"Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara".
Bagi yang heran mengapa judul post ini memberitakan buku novel Gajah Mada ke lima, yang berjudul
Gajah Mada: Madakaripura hamukti Moksa
sudah beredar..?!
Sebenarnya alasanya adalah karena tiga pentolan BBC yaitu: Benny (drummer), Sakti (keyboard) dan Ganex (Guitar) telah mengikuti dan membaca buku-buku Gajah Mada tersebut dari buku pertama.
Bagi yang belum membaca buku tersebut, saya sarankan untuk membaca "serial gajah Mada" tersebut, karena ceritanya sangat menarik. Mungkin kalangan umum biasanya selalu meng- "under estimate" -kan novelis lokal, dan selalu mengidolakan novelis ataupun penulis dari barat. tapi bagi yang telah membaca dan hobby membaca, tentunya mengetahui kelas seorang Langit Kresna hariadi dalam bertutur dan menuliskan ceritanya.
Satu pertanyaan tentang Gajah Mada adalah kemana ia selepas Perang Bubat. Tak ada cerita menarik yang kita dapatkan di kolong bangku sekolah dulu. Sang guru pun tak ada yang mengemukakan teori yang menarik. Spekulasi pun tak ada. Yang terdengar hanya mungkin ini, mungkin itu, mungkin iti atau mungkin inu. Tidak ada arahan agar siswa membuat konklusi pribadi atau sekadar membuat penasaran. Padahal dalam sejarah yang catatannya kurang justru siswa harus dilatih untuk membuat kesimpulan sendiri, melatih metodologi dan imajinasi.
Buku kelima karya Langit Kresna Hariadi ini berada pada selepas Perang Bubat hingga setahun kemudian. Mengisahkan bagaimana Majapahit menyelesaikan permasalahan tersebut, ke mana perginya Gajah Mada, dan berbagai penyelesaian cerita dari tokoh-tokoh fiktif yang saling berkaitan, juga termasuk spekulasi aksi dari pihak istana Surawisesa dari Kawali. Semua cerita dan tokoh terkait dari sejak buku pertamanya. Ada banyak nama yang harus diingat-ingat dari buku-buku sebelumnya ditambah kejutan plot cerita tiap tokoh-tokohnya.
Tapi sekali lagi, saya tegaskan bahwa buku ini bukan buku pelajaran yang diperuntukkan untuk pelajar, tapi lebih sebagai pembuka mata hati dan pikiran kita selama ini terhadap apa yang selama ini kita "ketahui" tentang seorang Gajah Mada yang namanya sangat dikenal oleh kita semua, tapi tak ada yang dapat menceritakan, apa siapa dan bagaimana gajah mada itu.
Orang hanya tahu ia adalah seorang maha patih majapahit yang berhasil mempersatukan nusantara, tapi bagaimana cara berfikir dan cara ia bertindak tak banyak yang bisa menjelaskan, bahkan seorang guru sejarah sekalipun. tapi kini tidak lagi, paling tidak kini lewat buku karangat LKH ini kita bisa "mengerti" apa siapa dan bagaimana seorang gajah mada tersebut.
buku kelima ini memang mengakhiri kisah hidup Gajah Mada. Namun sebagai pembaca rasanya tak puas, sebab perjalanan keruntuhan Majapahit barulah dimulakan.
Mungkin LKH akan meneruskan kisah Majapahit ini dalam buku selanjutnya, Candi Murca.
Note:
Sebagai bahan kisah Nusantara secara fiksional yang layak dibaca, ada baiknya baca juga buku dari pengarang lain sebagai lanjutan, misalnya Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer dalam setting masuknya Portugis dan Islam di ujung kehancuran Majapahit, kisah Cheng Ho karya Remy Sylado, atau flasback ke era awal Majapahit berdiri seperti Senopati Pamungkas, drama radio Saur Sepuh dan Tutur Tinular.
Wednesday, April 18, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
bagi yang ingin membacanya hub langkah 21 beberapa waktu kedepan,
karena bukunya sedang dibaca.
bku 5 sdang d bca,tenkz
karya pak langit kresna hariadi memang sangat memaukau bagi saya :D
Post a Comment